Facebook Twitter Google Plus Instagram
Berita Terbaru

Man United Pengaturan Skor Vs Liverpool 1915

Man United Pengaturan Skor Vs Liverpool 1915

Man United Pengaturan Skor Vs Liverpool 1915 – Sepakbola Indonesia lagi dirundung pilu. Dugaan skandal pengaturan skor jadi tajuk utama dalam sebagian minggu terakhir, mulai dari pengaturan skor di Liga 2 ataupun Liga 3. Tetapi yang sangat mencengangkan merupakan dugaan skandal pengaturan skor di Final Piala AFF 2010 kala Malaysia mengalami Indonesia. Kala itu, Malaysia menang absolut dengan skor 3- 0 di leg awal.

Klarifikasi setelah itu timbul kala dugaan pengaturan skor Indonesia mengalami Malaysia mencuat. Para pemain Indonesia yang dikala itu jadi aktor berarti di Piala AFF 2010 semacam Maman Abdulrahman serta Hamka Hamzah, membagikan uraian menimpa berhasil yang sering dikira aneh oleh para penikmat sepakbola nasional di Mata Najwa.

Baca Juga : legend pemain bola pernah bermain judi

Yang sesungguhnya disorot merupakan gimana suatu rivalitas antara Malaysia serta Indonesia yang sedemikian panasnya malah terjalin pengaturan skor. Bukankah gengsi memakai lambang nasional di dada hendak membuat para pemain hendak menampilkan yang terbaik buat melindungi gengsi mereka?

Bukan perdana ini suatu rivalitas tidak dipermainkan jadi suatu komoditas buat pengaturan skor. Pada 2 April 1915, salah satu rivalitas terpanas di Inggris terjerumus dalam skandal pengaturan skor terkelam sejauh sejarah sepakbola Inggris. Manchester United vs Liverpool ikut serta pengaturan skor buat menyelamatkan United dari ancaman degradasi.

Bursa Taruhan Yang Panas Serta Ancaman Degradasi Manchester United

Bursa Taruhan Yang Panas Serta Ancaman Degradasi Manchester United

Masa 1914/ 1915 tidaklah masa yang susah untuk kedua kesebelasan. Masa itu, Football League diiringi 20 kesebelasan dengan cuma satu kesebelasan yang terdegradasi. Pada tengah masa, Manchester United menempati peringkat ke- 19, yang jelas bukan suatu yang menguntungkan.

Dalam suasana kala Perang Dunia Awal berpotensi buat rusak serta tidak kondusif, Football League serta Football Association memutuskan kalau liga hendak senantiasa berjalan apapun risikonya. Perihal tersebut berakibat pada game kesebelasan di Inggris.

Baca Juga:  Vidal Pakai Taktik Tuntut Bonus Untuk Tinggalkan Barca?

Para pemain merasa kalau Perang Dunia hendak mengakhiri karier mereka di sepakbola buat selamanya. Sebagian pemain yang awal mulanya ialah pesepakbola handal bergeser jadi semi- profesional sebab memiliki pekerjaan lain. Keadaan ini jadi tidak menguntungkan buat para pesepakbola sebab mereka tidak dapat melindungi kebugaran badan. Soalnya, kebanyakan mereka bekerja bagaikan penjaga pub maupun restoran.

Liga tidak berjalan begitu kompetitif. Juga untuk Liverpool serta Manchester United dikala itu. Mereka kesusahan sebab pemain tidak dalam keadaan prima. Kala Liverpool mengalami Manchester United,“ perwakilan” kedua klub berjumpa di suatu pub buat mangulas permasalahan pengaturan skor buat mematuhi bandar judi.

Petemuan berlangsung di The Dog and Partridge Pub di Manchester. Terdapat 7 pemain yang muncul kala itu, ialah Sandy Turnbull, Arthur Whalley, serta Enoch West, dari Manchester United, dan Jackie Sheldon, Tom Miller, Bob Pursell, serta Thomas Fairfoul, dari Liverpool. Mereka mangulas permasalahan mungkin memainkan perjudian di mana dikala itu bursa taruhan dalam posisi 7/ 1 buat United.

Liverpool dikala itu tidak memiliki kepentingan lagi. Mereka menempati peringkat kedelapan. Liverpool tidak bisa jadi buat mencapai gelar juara ataupun kepentingan apapun di liga, sebaliknya United memerlukan poin buat dapat lolos dari jeratan degradasi.

Kecurigaan Di Babak Kedua

John‘ Jack’ Robson, Manajer Manchester United kala itu, merupakan wujud awal yang mencurigai terdapatnya pengaturan skor serta pemain yang melaksanakan perjudian. Memanglah banyak kesimpangsiuran soal siapa yang mencurigai awal kali terdapat perjudian di pertandingan antara United melawan Liverpool yang diselenggarakan di Old Trafford dikala itu.

Baca Juga:  Kapten PSG Harap Neymar Bertahan

Seluruh mata tertuju kala banyaknya kejanggalan yang terjalin di lapangan serta berhasil yang dicetak oleh George Anderson betul- betul membuat seluruh orang terbelalak. Nukan sebab proses golnya yang luar biasa, tetapi terasa kejanggalan yang membuat pertandingan seolah- olah telah diatur. United menang 2- 0 dari Liverpool melalui dwi berhasil dari George Anderson.

FA langsung melaksanakan investigasi pada pertandingan yang dihelat pada 2 April 1915 tersebut. 8 bulan setelah itu, FA meringkus para pemain yang dikira ikut serta, dengan bonus George Anderson yang pula nyatanya ikut berfungsi.

Uniknya pihak klub tidak memperoleh hukuman apapun sebab dikira tidak ikut serta secara langsung. Sebaliknya kemenangan Manchester United atas Liverpool membuat United nyaman dari degradasi di akhir masa.

FA menghukum larangan ikut serta dalam pertandingan sepakbola Inggris seumur hidup buat 8 pemain tersebut. Tetapi, hukuman ini dicabut FA pada 1920 ataupun usai Perang Dunia sebab mereka dikira berjasa pada negeri, kecuali Enoch West yang baru dicabut pada 1945. Tetapi, Sandy Turnbull tidak sempat kembali bermain sebab meninggal di medan perang.

Jadi buat Kamu yang menyangsikan apakah perjudian sepakbola tidak dapat terjalin sebab gengsi kedua kesebelasan yang besar, bisa jadi Kamu galat. Rivalitas United serta Liverpool merupakan rivalitas yang terpanas di Inggris serta senantiasa dapat terjalin pengaturan skor sebab naluri dasar manusia yang menginginkan kestabilan secara finansial.

Tetapi ayo berharap apabila skandal AFF 2010 tidak sempat terjalin. Sebab sangat sangat ironis memandang puluhan ribu air mata menetes di Gelora Bung Karno buat suatu pertandingan yang( konon) telah diatur hasilnya.